Serial Wonder Man Disney+ yang kini berhasil meraih musim kedua, ternyata memiliki awal yang tak terduga: sebuah ‘joke pitch‘ dari sutradara Destin Daniel Cretton. Ide yang semula hanya lelucon ini berkembang menjadi salah satu serial Marvel Cinematic Universe (MCU) di Disney+ yang sukses besar, sebagaimana dilaporkan oleh IGN. Keberhasilan ini tidak hanya membuktikan potensi ide-ide tak terduga, tetapi juga menyoroti bagaimana Marvel berani mengambil risiko kreatif.
Asal Mula Wonder Man: Dari Lelucon Menjadi Serial Marvel
Konsep awal serial Wonder Man bermula dari kecintaan Destin Daniel Cretton terhadap karakter Trevor Slattery, yang diperankan oleh Ben Kingsley. Trevor Slattery adalah seorang aktor yang berubah menjadi teroris dan telah muncul dalam film Iron Man 3 dan Shang-Chi. Dalam kebanyakan penampilannya di MCU, Trevor Slattery berfungsi sebagai pembuat lelucon cepat bagi para penonton.
Cretton mengungkapkan bahwa ide untuk Wonder Man joke pitch ini muncul saat ia sedang bekerja di lokasi syuting Shang-Chi. Ia sangat menyukai Sir Ben Kingsley dan karakternya, serta merasa bahwa Trevor Slattery selalu menonjol namun kurang dimanfaatkan. “Jadi saya membuat ‘joke pitch’ kepada produser saya Jonathan Schwartz dan berkata ‘Kita harus membuat Trevor Goes To Hollywood‘,” jelas Cretton.
Ide ‘joke pitch’ ini pun berkembang ketika Schwartz, juga sebagai lelucon, membuat poster bergambar Trevor Slattery dalam mobil konvertibel dengan gaya tahun 1980-an. Poster tersebut, yang dibuat bersama departemen seni mereka, membuat Cretton yakin bahwa acara ini harus dibuat. “Jadi begitulah awalnya,” tambahnya.
Trevor Slattery: Daya Tarik yang Tak Terduga dalam Wonder Man
Meskipun seringkali menjadi karakter pendukung yang memberikan humor, Trevor Slattery menjadi elemen kunci dalam pengembangan serial Wonder Man Disney+. Perannya yang lebih besar dalam serial ini memungkinkan karakter tersebut untuk dieksplorasi lebih dalam, jauh dari sekadar ‘quick gag’ yang biasa ia sampaikan.
Fokus pada Trevor Slattery menunjukkan pergeseran kreatif Marvel dalam memanfaatkan karakter-karakter yang sebelumnya dianggap minor. Ini juga menyoroti bagaimana ide-ide yang berasal dari lelucon santai bisa berkembang menjadi proyek besar yang signifikan. Karakter Ben Kingsley ini memang selalu berhasil mencuri perhatian penonton setiap kali muncul.
Wonder Man Disney+ : Sebuah Pergeseran Fokus Kreatif
Bobot serial Marvel di Disney+ dalam keseluruhan MCU seringkali menjadi bahan perdebatan. Namun, serial-serial ini biasanya berfungsi sebagai landasan untuk memperkenalkan atau memperluas kisah karakter-karakter yang lebih dikenal dari semesta komik yang luas. Sebagai contoh, serial-serial sebelumnya menawarkan pandangan yang lebih luas tentang karakter seperti Loki dan Hawkeye, sementara yang lain memperkenalkan pahlawan baru seperti Moon Knight, She-Hulk, dan Ms. Marvel.
Namun, Wonder Man Disney+ mengambil pendekatan yang berbeda. Serial ini sebagian besar mengesampingkan kekuatan super untuk menceritakan kisah Simon Williams (diperankan oleh Yahya Abdul-Mateen II) dan Trevor Slattery saat mereka mencoba menjadi aktor di Hollywood. Pergeseran kecepatan ini merupakan risiko kreatif bagi Marvel, seperti yang ditambahkan oleh produser eksekutif Andrew Guest.
Guest menyebutkan, “Ini adalah risiko kreatif bagi Marvel dan saya pikir mereka memeriksanya kembali selama pemogokan.” Ia melanjutkan, “Ini adalah proyek ‘underground‘ yang diyakini oleh orang-orang di Marvel.” Ini menunjukkan betapa berani Marvel dalam mengeksplorasi genre dan narasi yang berbeda, bahkan jika itu berarti menyimpang dari formula MCU yang sudah mapan.
Kesuksesan dan Masa Depan Wonder Man Season 2
Terlepas dari perubahan fokusnya, serial Wonder Man berhasil mendapatkan lampu hijau untuk Wonder Man Season 2 di Disney+ bulan lalu. Ini menjadikan serial ini salah satu dari hanya tiga serial MCU yang tayang lebih dari satu musim. Pencapaian ini menegaskan bahwa pendekatan kreatif yang berbeda bisa membuahkan hasil yang positif dan diterima dengan baik oleh penonton.
Cretton menjelaskan bahwa ‘joke pitch’ tersebut secara kebetulan mulai digulirkan pada saat yang sama ketika Marvel mulai menunjukkan minat untuk menghidupkan karakter Wonder Man. Kombinasi antara ide lelucon dengan keinginan untuk menciptakan cerita yang berlatar di Hollywood inilah yang pada akhirnya menghasilkan serial Wonder Man Disney+ yang debut pada Januari.
Saat ini, Wonder Man Season 2 belum memiliki tanggal rilis. Sambil menunggu kabar lebih lanjut, para penggemar dapat membaca 8/10 review, di mana serial ini disebut sebagai “petualangan MCU skala kecil dan berisiko rendah yang berhasil berkat kekuatan penampilan Yahya Abdul-Mateen II dan Ben Kingsley.” Kesuksesan ini menandakan babak baru bagi Marvel dalam bercerita, dengan penekanan pada pengembangan karakter dan narasi yang lebih intim.
Video Terkait
Wonder Man – Official ‘Introducing Wonder Man’ Featurette
