Pencipta Fortnite, Epic Games, memberikan tanggapan keras terhadap klaim sutradara Pirates of the Caribbean, Gore Verbinski, yang menyalahkan Unreal Engine CGI atas buruknya kualitas Computer Generated Imagery (CGI) dalam film-film modern. Tanggapan ini disampaikan langsung oleh Pat Tubach, VFX supervisor Epic Games, yang ironisnya juga pernah terlibat dalam produksi tiga film pertama Pirates of the Caribbean.
Verbinski sebelumnya melontarkan kritik pedas, menuding Epic Games Unreal Engine sebagai penyebab menurunnya kualitas visual efek. Pernyataannya ini memicu perdebatan di industri perfilman mengenai peran teknologi game engine dalam produksi film. Artikel ini diadaptasi dari IGN.com.
Klaim Gore Verbinski Terhadap Unreal Engine
Gore Verbinski secara lugas menyatakan bahwa Unreal gaming engine telah memasuki lanskap efek visual perfilman. Menurutnya, dulunya ada pemisahan di mana Unreal Engine sangat baik untuk video game, namun kini mulai banyak digunakan untuk efek visual film, sehingga memunculkan “estetika gaming” dalam dunia sinema. Kritik ini menyoroti pergeseran penggunaan alat dan dampaknya pada hasil akhir film.
Selain itu, Verbinski juga membahas penurunan penggunaan miniatur fisik yang digantikan oleh CGI film, sebuah tren yang sudah berlangsung lama bahkan sebelum Unreal Engine banyak dipakai dalam produksi film. Ia mengkritik lebih lanjut bagaimana Unreal Engine memproses sumber cahaya, yang menurutnya menciptakan efek “uncanny valley”. Verbinski berpendapat bahwa engine tersebut tidak mereaksi cahaya dengan cara yang sama, terutama pada subsurface scattering dan bagaimana cahaya mengenai kulit serta memantul.
Hal ini, jelas Verbinski, menyebabkan uncanny valley ketika datang ke animasi makhluk, di mana banyak proses di antara tahapan dilakukan demi kecepatan, bukan dilakukan secara manual. Pernyataannya ini mencerminkan kekhawatiran terhadap hasil visual yang kurang realistis dan mendalam akibat adopsi teknologi yang salah.
Tanggapan Epic Games Melalui Pat Tubach
IGN menghubungi Epic Games untuk meminta tanggapan mengenai komentar Verbinski. Sebagai respons, Epic Games mengeluarkan pernyataan dari VFX supervisor mereka, Pat Tubach. Tubach bergabung dengan Epic Games pada tahun 2022 setelah karir panjang di ILM, mengerjakan berbagai proyek mulai dari film klasik THX 1138 George Lucas pada tahun 1971, hingga Armageddon, The Perfect Storm, Jurassic Park 3, dan The Mummy tahun 1999.
Tubach memiliki pemahaman mendalam tentang film modern, setelah bekerja pada entri Star Wars dan Marvel termasuk The Force Awakens dan The Avengers pertama, berbagai film Harry Potter, WALL-E dari Pixar, dan yang paling relevan, trilogi asli Pirates of the Caribbean karya Gore Verbinski sendiri. Dengan latar belakang ini, Tubach memberikan perspektif yang kuat terhadap kritik CGI film yang dilontarkan.
“Tidak akurat bagi siapa pun di industri untuk mengklaim bahwa satu alat dapat disalahkan atas masalah yang salah dipersepsikan dengan keadaan VFX dan Unreal Engine CGI,” ujar Tubach kepada IGN. Ia menegaskan bahwa memang ada lebih banyak orang yang membuat grafik komputer saat ini, dan dengan skala tersebut, datang pula berbagai keberhasilan dan kegagalan. Namun, menurutnya, “estetika dan keahlian berasal dari seniman, bukan perangkat lunak.” Pernyataan ini secara tegas membantah bahwa Unreal Engine adalah akar masalahnya.
Tubach juga menjelaskan bahwa Epic Games Unreal Engine utamanya digunakan untuk pre-visualization, produksi virtual, dan dalam beberapa kasus, final pixels. Ia menambahkan bahwa para seniman yang mengerjakan film-film blockbuster VFX besar seperti Pirates of the Caribbean 10-15 tahun yang lalu, hanya bisa bermimpi memiliki alat sekuat Unreal Engine di meja mereka untuk membantu menyelesaikan pekerjaan. “Dan saya tahu itu—saya adalah salah satu dari mereka!” tegas Tubach.
Pengalaman Pat Tubach dengan Pirates of the Caribbean
Pengalaman Pat Tubach secara langsung dalam produksi film Pirates of the Caribbean memberikan bobot ekstra pada tanggapannya terhadap kritik Verbinski. Ia bekerja sebagai digital compositor pada film pertama Pirates of the Caribbean: The Curse of the Black Pearl. Kemudian, Tubach berkontribusi sebagai digital artist pada sekuelnya, Dead Man’s Chest.
Untuk penutup trilogi, At World’s End, Tubach terlibat sebagai production support. Dengan keterlibatan langsung dalam ketiga film awal yang disutradarai oleh Verbinski, Tubach memiliki pemahaman mendalam tentang proses produksi dan tantangan yang dihadapi pada saat itu. Ini menjadikannya salah satu suara paling kredibel untuk menyanggah klaim yang menyalahkan Unreal Engine CGI atas masalah kualitas visual efek.
Galeri Tampilan Film Pirates of the Caribbean







