Episode kelima dari serial A Knight of the Seven Kingdoms yang intens telah tiba, membawa penonton pada puncak emosi dan konflik. Review Knight Seven Kingdoms Episode 5 ini akan menyelami detail-detail penting, dimulai dengan Trial of Seven yang brutal dan bagaimana kejadian tersebut membentuk karakter moral Dunk. Dalam episode berjudul “In the Name of the Mother” ini, kita menyaksikan bagaimana kematian merajalela dan membentuk masa lalu Dunk. Untuk detail lebih lanjut, Anda dapat membaca ulasan aslinya di IGN Asia Tenggara.

Pengungkapan Masa Lalu Dunk dan Tragedi Rafe
Hampir setengah dari episode “In the Name of the Mother” membawa kita ke masa lalu, mengisahkan rencana Rafe dan Dunk untuk mengumpulkan koin. Tujuan mereka adalah membeli tiket perjalanan ke Free Cities demi memulai hidup baru bersama, sebuah harapan yang segera pupus.
Seorang penjaga kota yang kejam, diperankan oleh Edward Davis, tanpa ampun mengganggu mereka. Rafe yang beberapa kali mencoba mencopet, akhirnya harus menghadapi takdir tragis.
Dalam sekejap yang menyayat hati, Rafe tewas di jalan dengan tenggorokan tersayat di sisi Dunk. Dia adalah sosok yang lebih kuat di antara keduanya, mendorong Dunk untuk menjadi lebih bijak tentang dunia dan menerima kenyataan bahwa ibunya yang telah lama hilang tidak akan pernah kembali.
Mimpi mereka untuk melarikan diri bersama berakhir brutal dengan satu sabetan belati. Rafe juga tampaknya keturunan Dornish, yang mungkin menjelaskan mengapa Dunk yang lebih tua melihat bayangan dirinya pada Tanselle yang terancam. Ini adalah kesempatan untuk kehidupan yang mungkin ia miliki bersama Rafe.
Kematian Rafe juga menjadi momen perkenalan Dunk muda dengan Ser Arlan of Pennytree, yang diperankan oleh Danny Webb. Meskipun setengah mabuk dan muntah-muntah, Ser Arlan tampil sebagai ksatria sejati yang membantu mereka yang kesusahan.
Dengan pedangnya yang perkasa — bukan yang itu! — Ser Arlan menumbangkan penjaga kota dan rekannya. Dengan tidak ada tempat lain untuk pergi, dan kehilangan kesempatan melarikan diri dari Flea Bottom, Dunk muda diam-diam mengikuti Ser Arlan menuju pedesaan. Akhirnya, ksatria pengelana itu menemukan anak itu dan menawarkan air, disertai nasihat hidup sederhana: “Bangunlah.”
Kekejaman Trial of Seven dan Kebangkitan Dunk
Frasa “Bangunlah” menjadi sebuah ungkapan yang berulang sepanjang sisa episode. Egg mendesak pahlawannya, Dunk, untuk kembali bangkit dan mengalahkan Aerion. Seperti Rocky abad pertengahan, Dunk adalah seorang petarung yang meskipun lamban, mampu menahan pukulan seperti tidak ada orang lain.
Dia mengalami beberapa luka mengerikan namun akhirnya bangkit dan mengalahkan Aerion, memaksanya untuk mengakui kekalahan secara publik. Namun, kita dengan cepat mengetahui bahwa kemenangan Trial of Seven Knight ini datang dengan harga mahal.
Harga ini akan memengaruhi jalannya sejarah di Westeros. Kecepatan dan kebrutalan adegan pertarungan Trial of Seven menampilkan beberapa kekerasan ksatria-melawan-ksatria yang paling tanpa ampun yang pernah dilihat penonton, layaknya film Ridley Scott. Setiap luka, erangan, semburan darah, dampak pukulan gada, atau kuda yang menabrak petarung menciptakan pengalaman sinematik yang sangat mendalam dan realistis.
Meskipun adegan turnamen di episode sebelumnya sangat memukau, A Knight of the Seven Kingdoms menyimpan adegan berdarah terbaiknya hingga momen (kedua dari) terakhir ini. Review Knight Seven Kingdoms ini menunjukkan betapa krusialnya pertarungan ini.
Kematian Pangeran Baelor dan Dampak Sejarah
Setelah pertempuran, Baelor tiba untuk memeriksa Dunk. Namun, kita melihat bahwa bagian belakang kepala pangeran telah remuk akibat hantaman gada yang diyakini dilakukan oleh saudaranya sendiri, Maekar. Seperti Ned Stark di Game of Thrones, kehormatan dan keputusan Baelor untuk melakukan hal yang benar membuatnya terbunuh.
Dunk akhirnya menemukan seorang ksatria bangsawan sejati yang bisa dia yakini, seseorang yang mencerminkan kesatriaan yang dia yakini harus dijunjung tinggi. Ironisnya, Dunk justru menyebabkannya terbunuh. Peristiwa ini menunjukkan bagaimana keputusan kecil dapat memiliki dampak yang masif.
Dunk sebelumnya telah berbicara tentang kesialannya, tetapi kini tampaknya ia benar-benar membawa kemalangan bagi orang-orang di sekitarnya. Kematian Pangeran Baelor dalam Knight Seven Kingdoms Episode 5 ini merupakan titik balik penting.
Video Terkait
A Knight of the Seven Kingdoms: Season 1 Review
