makanan dari serangga
Makanan dari serangga ? Pernah bayangin makan es krim rasa ulat sagu? Atau ngemil keripik jangkrik sambil nonton film? Di tahun 2026, makanan berbahan serangga bukan lagi sekadar konten ekstrem buat YouTube—ini sudah jadi tren kuliner global yang bikin penasaran.
Dari restoran bintang Michelin sampai gerai makanan kekinian di Asia, serangga menjelma jadi bahan makanan yang nggak cuma hype, tapi juga dianggap solusi masa depan buat krisis pangan. Penasaran? Yuk, kenalan sama 5 Makanan dari Serangga paling viral sekarang!
1. Keripik Jangkrik ini masuk dalam Makanan dari Serangga
Ini makanan serangga paling populer dan paling gampang ditemui. Jangkrik dipanggang atau digoreng kering dengan berbagai bumbu, mulai dari rasa barbeque, keju, hingga pedas ala Korea . Teksturnya renyah, mirip keripik udang, dan kandungan proteinnya bisa mencapai 60-70% dari berat kering.
Viralnya kenapa? Selain karena keren buat konten, jangkrik juga super ramah lingkungan. Mereka butuh pakan 6 kali lebih sedikit daripada sapi untuk menghasilkan protein yang sama. Banyak selebriti dan influencer mulai beralih ke jangkrik sebagai camilan sehat.
2. Es Krim Ulat Sagu
Ini yang paling ekstrem dan paling bikin orang heboh di media sosial! Ulat sagu (yang biasanya jadi makanan di Papua dan sebagian Asia Tenggara) diolah jadi topping atau bahkan rasa es krim. Di beberapa kafe kekinian di Thailand dan Vietnam, menu ini jadi incaran wisatawan.
Rasanya gimana? Anehnya, ulat sagu yang diolah manis punya tekstur kenyal dan rasa yang mirip kelapa muda. Dicampur es krim vanilla atau pandan, kombinasi ini bikin sensasi “gurih-manis” yang bikin penasaran. Banyak yang bilang: “Awalnya takut, tapi ternyata enak Makanan dari Serangga!”
3. Cokelat Batang Berisi Ulat Bambu
Pernah lihat cokelat batang premium isi serangga? Ini lagi tren di beberapa toko makanan olahan di Eropa dan Asia. Ulat bambu yang digoreng kering dicampur dalam cokelat hitam atau susu. Teksturnya crunchy, rasanya gurih, dan aroma cokelatnya menutupi “bau serangga” yang mungkin bikin geli.
Banyak produsen makanan mencoba mengubah persepsi orang tentang serangga dengan mengemasnya seperti camilan fancy. Ulat bambu yang kaya protein dan vitamin B12 ini jadi primadona di kalangan foodies.
4. Mi Instan Rasa Jangkrik
Ini inovasi terbaru dari beberapa startup makanan di Asia. Mi instan dengan bumbu rasa jangkrik yang dicampur tepung serangga. Bayangin, di mi instan biasa, protein dari dagingnya diganti dengan protein serangga yang lebih tinggi dan lebih berkelanjutan .
Meskipun terdengar aneh, rasanya diklaim tidak jauh berbeda dengan mi ayam atau mi sapi biasa. Bahkan, beberapa orang bilang rasa umami-nya lebih kuat! Beberapa produk sudah mulai dijual secara daring dan jadi perbincangan hangat di komunitas pecinta kuliner.
5. Brownies Berbahan Dasar Tepung Jangkrik
Bagi yang doyan makanan manis, brownies berbahan dasar tepung jangkrik adalah pilihan yang lebih “nyaman” untuk memulai petualangan makanan berbahan serangga. Tepung jangkrik yang halus dicampur ke dalam adonan cokelat.
Hasilnya? Brownies yang lebih padat, lebih tinggi protein, dan nggak kalah enak dengan brownies biasa. Banyak baker muda yang mencoba inovasi ini dan menjualnya secara daring. Bahkan beberapa toko roti di Jakarta dan Bandung mulai menjualnya makanan dari serangga.
Kesimpulan
Makanan berbahan serangga mungkin kedengeran ekstrem di telinga kita, tapi di banyak budaya, ini sudah jadi makanan sehari-hari. Di 2026, makanan-makanan ini naik kelas jadi tren kuliner yang nggak cuma hype, tapi juga diperbincangkan sebagai solusi pangan masa depan. Dari keripik sampai es krim, semuanya menawarkan sensasi rasa yang unik, tekstur yang crunchy, dan kandungan nutrisi yang tinggi.
Berani coba yang mana makanan dari serangga? Atau semuanya sekalian?
